Papa Nan Tegar
Di sunyi malam Selasa
Tak kuasa asaku berkelana
Menapak kenangan lalu
Bersama sosok tercinta Papaku
Masih terpatri diingatan
Betapa gagah dan kuat Papaku Sayang
Pria lembut penuh kasih
Yang berbuat tanpa pamrih
Sungguhku
Di sunyi malam Selasa
Tak kuasa asaku berkelana
Menapak kenangan lalu
Bersama sosok tercinta Papaku
Masih terpatri diingatan
Betapa gagah dan kuat Papaku Sayang
Pria lembut penuh kasih
Yang berbuat tanpa pamrih
Sungguhku
(Kado buat 40 hari Papanda 2006)
Papa.. bagaimana khabar Papa saat ini?
Tentunya lagi bahagiakan Papa
Papa.. istirahat yang tenang ya
Kami disini akan tetap berdoa tiada henti
Papa.. masih ingatkan waktu kami kecil dulu?
Nakal dan manja seakan tiada bertepi
Papa.. dibalik semua itu, sebenarnya kami selalu merindukan kasih sayangmu
Kami ingin
(Ee..Hmm.. Cinta Pertamaku waktu di SD)
Pertama kalinya pesona itu datang
Tak lain hanyalah gemerlap matamu
Aku yang masih lugu kala itu
Terasa terbang menatap keindahanmu
Masih ingatkah kamu wahai adinda
Akan kenakalanku yang dulu itu
Samakah halnya dirimu denganku
Yang hanya bisa
(Puisi ini ku buat waktu aku masih SMU)
Suatu pagi dihari Rabu
Tak kuasa asapun berlalu
Menerawang jauh hendak mencoba
Menggapai seraut wajah manis disana
Hasrat sejati
(Hadiah Ulang Tahun buat Ibu Tercinta)
Dengan berlalunya kelam terbitlah terang
Demikianlah halnya saat surya menerangi bumi
Ibu, begitu adanya dirimu
Yang dari dulu menyinari hati kami
Bumi berjalan seiring bertukarnya waktu
Masih teringat dihati kenangan indah itu
Ibu, dengan sabar dan tabah
Aku bahagia
Akankah untuk selamanya?
Sebuah dilema
Dari suatu bayangan yang fana
Aku kecewa
Akankah untuk selamanya?
Sebuah realita
Dimana kebaikan