Analisa Kasus Bank Century Versi Aku

Disaat artikel ini siap publish, masih belum usai juga kasus Bank Century yang disinyalir banyak melibatkan kalangan pejabat dan petinggi Parpol itu. Berbagai asumsi dan argumen berupaya menggiring opini masyarakat untuk pro ke salah satu pihak yakni yang setuju dengan Bail-out Bank Century ataupun yang Kontra. Menggelembungnya kasus Bank Century tersebut menjadikannya komoditas politik guna menjatuhkan Pemerintahan SBY. Hal ini bisa terlihat dari dibentuknya Pansus DPR Bank Century guna menggusung Hak Angket. Yang menyedihkan diantara pelopor Hak Angket tersebut juga terdapat Partai Politik yang tadinya “kekeuh” ingin berkoalisi dengan pemerintah semenjak pra dan paska Pemilu.
Berdasarkan perkembangan terakhir dari dipanggilnya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) oleh Pansus DPR, terdapat indikasi adanya dana Menkeu saat itu di salah satu Bank Merger Century yakni Bank CIC. Dari sinilah titik terang itu berawal, dan Analisa Kasus Bank Century Versi Aku ini mencoba menyimpulkan bahwa sebenarnya Kasus Bank Century ini dimulai dari sebelum mergernya tiga bank yaitu Bank Danpac, Bank Picco, dan Bank CIC menjadi Bank Century. Kalau di CIC ada rekening Menkeu, kemungkinan juga ada rekening pejabat, petinggi Parpol, dan pengusaha kakap lainnya tersimpan baik di Bank CIC maupun di Bank Danpac dan Bank Picco. Barangkali karena terbujuk iming-iming keuntungan investasi yang tinggi akhirnya mereka ini berani menitipkan dana-nya di ketiga bank ini. Masalah timbul ketika ternyata Surat-surat berharga Bank-bank tersebut macet dan CAR-nya tidak memenuhi ketentuan sehingga kemudian di merger. Proses merger ini sendiri juga membuka ketidakbecusan BI (lebih jelasnya baca disini). Karena masih dikelola dengan tidak beres, bank hasil merger-nya pun (baca Bank Century) juga akhirnya collapse. Jadi bisa dinyatakan bahwa Bail-out Bank Century 6,7 trilyun tersebut digunakan untuk menyelamatkan dana pejabat, petinggi Parpol dan pengusaha akibat kebodohan mereka sendiri. Nah karena begitu banyak melibatkan kalangan atas inilah makanya kasus ini menjadi berlarut-larut dan susah diungkap.
Terus bagaimana solusinya? Sebenarnya gampang-gampang susah kok, para pejabat, petinggi parpol dan pengusaha tersebut mau jujur dan mengakui kecerobohan mereka. Toh mereka berhak kok meminta balik dana mereka, ya tentu saja terhadap pemilik Bank Century karena pemerintah dalam hal ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya bisa mengembalikan dana nasabah yang memiliki simpanan maksimal 2 milyar. Jadi sebenarnya yang berdosa besar dan harus dikejar itu ya pemilik Bank Century dan menajemen-nya. Terus adanya isu yang mengkaitkan kasus ini dengan dana Pemilu sudah otomatis terjawab bukan?? Yups, semua itu tidak benar…











March 5th, 2010 at 10:45 am
Wah, tampaknya negara kita sedang sangat HEBOH menghadapi kasus bank century. Jika melihat di koran-koran, televisi, bahkan sampai radio sekalipun semuanya sedang “hangat” dengan kasus ini.
Bank yang diharapkan dapat dipercaya oleh masyarakat BANYAK, ternyata GAGAL memegang kepercayaan itu. Akibatnya sungguh ‘miris’ banyak pihak dirugikan. Uang yang ditabung sekian LAMA, hilang lenyap tak berbekas.
Semoga kasus ‘bank century’ ini bisa segera diselesaikan dan banyak pihak dapat memperoleh haknya yang seadil-seadilnya!
Lam kenal!
Cara Buat Blog